Bantul, yamanur.org – Senin, 16 Juni 2025 (20 Dzulhijjah 1446 H), Madrasah Al-Wustho Unggulan (MWU) An Nur Bantul sukses menyelenggarakan Tasyakuran Kelulusan Angkatan Ke-1. Acara yang berlangsung di Kelurahan Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta ini dihadiri sekitar 200 orang, terdiri dari Dewan Guru, Karyawan, Dewan Penasihat MWU An Nur, segenap Dzuriyah Simbah K.H. Nawawi Abdul Aziz, serta Santri dan Wali Santri.
Acara dibuka oleh dua pembawa acara dari santri MWU An Nur pada pukul 08.15 WIB. Untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, acara ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Madrasah Al-Wustho Unggulan An Nur, memungkinkan para orang tua atau wali santri yang berhalangan hadir untuk tetap mengikuti jalannya acara dari rumah.
Rangkaian acara tasyakuran meliputi: pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan “Ya Lal Wathon”, pembacaan tahlil, prosesi pemanggilan siswa-siswi kelas 9, demonstrasi oleh perwakilan siswa-siswi, penyampaian ucapan terima kasih perwakilan siswa, sambutan-sambutan, penyerahan cenderamata dari wali santri kepada kepala madrasah secara simbolis, mauidhoh hasanah, doa, penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dan juara kelas, dan diakhiri dengan penutup.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an dibawakan dengan merdu oleh Muhammad Restu Nur Fauzi, salah satu santri MWU An Nur, yang melantunkan surah Al-Mujadalah ayat 11. Selanjutnya, lagu kebangsaan dipandu oleh dirigen, yang juga merupakan santri MWU An Nur. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Dewan Penasihat, KH. Yasin Nawawi, diikuti seluruh tamu undangan dengan khidmat.
Kegiatan ini melibatkan 40 santri yang terdiri dari 8 santri putra dan 17 santri putri marhalah Tahfiz, serta 15 siswa marhalah Kitab. Para siswa marhalah Kitab telah berhasil menyelesaikan hafalan kitab Syabrowi, Aqidatul Awam, Safinatun Naja, Jurumiyah, Tasrif, I’lal, Imrithi, Maqsud, dan Alfiyah. Dilanjutkan dengan demonstrasi pembacaan kitab kuning untuk marhalah Kitab, dan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) untuk marhalah Tahfiz. Sesi ini dipandu langsung oleh Ustadz Muhammad Zainal Khanani Asshidqi, S.Ag, dan diikuti oleh perwakilan santri, yaitu Doni Adi Chandra dan Ahmad Ridho Pangestu untuk demonstrasi kitab kuning, serta Khoirunnisa dan Hasna Jauharotul Adwa’ untuk MHQ.
Setelah sesi pembacaan kitab kuning dan MHQ, diadakan pula sesi tanya jawab oleh penguji. Berbagai pertanyaan seputar Nahwu dan Shorof dilontarkan oleh Bapak Moh. Rumaizijat, S.Pd.I, Gus Idris Nuri, dan perwakilan tamu undangan. Pertanyaan dilontarkan secara acak sesuai dengan perolehan spin untuk memilih bab yang akan diujikan, disambut dengan meriah tepuk tangan yang turut hadir menyelimuti setelah perwakilan siswa berhasil menyelesaikan demonstrasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Hal serupa juga terjadi pada sesi MHQ yang diuji oleh Ning Fauqi Husna, Ning Mila Nadiya, dan perwakilan tamu undangan.
Sebelum acara sambutan, terdapat ucapan terima kasih dari perwakilan santri yang dibawakan oleh Saudari Aulia Rizki Ramadhani. Mewakili angkatannya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas jasa dan pengorbanan para guru yang dengan sabar telah mendidik mereka selama tiga tahun.
Dalam kesempatan ini, Bapak Moh. Rumaizijat, S.Pd.I menyampaikan, “Seluruh santri bisa dikatakan telah memperoleh target yang telah kita canangkan. Targetnya dulu tidak muluk-muluk, yaitu anak-anak kitab yang penting paham Jurumiyah dan bisa mempraktikkannya di Takrib. Dan alhamdulillahnya, Jurumiyah mereka bisa hafal, bahkan Imrithi dan Nazhom Fikih Simbah juga hafal, sekarang juga ada yang sudah menghafal Alfiyah.”
Beliau menambahkan, “Alhamdulillah, berkat keistiqomahan para guru baik yang putra maupun putri, para anak didik ini mampu menghafalkan melebihi target yang kita canangkan. Maka hal ini patut kita syukuri bukan sebagai akhir dalam perjalanan mencari ilmu, tetapi merupakan salah satu pelecut supaya kita semakin semangat dalam menimba ilmu agama untuk selanjutnya.”
Sambutan kedua disampaikan oleh Bapak Humam, S.Pd, sekaligus penyerahan cenderamata dari wali santri kepada madrasah secara simbolis. Kemudian sambutan yang ketiga disampaikan oleh KH. Yasin Nawawi sekaligus memberikan mauidhoh hasanah.
Dalam sambutannya, beliau berharap dan bersyukur dapat melaksanakan jenjang pendidikan Al-Wustho khusus sebagai ruh Pondok Pesantren An Nur, dan kini berhasil terlaksana kelulusan tahun pertama. Beliau juga bersyukur bahwa untuk jenjang selanjutnya, Pendidikan Ulya, sudah 99% mendapatkan izin. Harapan para dewan pengasuh adalah hal ini nanti akan bisa melanjutkan membimbing para santri-santri yang tafakkuh fid diin.
Acara disempurnakan dengan pembacaan doa oleh KH. Ashim Nawawi yang berkesan begitu khidmat. Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dan juara kelas.
Beberapa kategori siswa-siswi berprestasi antara lain siswa dengan hafalan kitab terbanyak, siswa dengan hafalan Qur’an terbanyak, siswa teraktif yang paling banyak membawa nama Madrasah Al-Wustho Unggulan dengan menjuarai lomba-lomba, dan siswa dengan nilai tertinggi. Disusul kemudian penyerahan penghargaan siswa-siswi juara kelas.
Sesi foto bersama siswa-siswi, guru, serta semua pengelola Madrasah Al-Wustho Unggulan An Nur menjadi penutup jalannya acara pada hari itu. Acara tasyakuran kelulusan Madrasah Al-Wustho Unggulan An Nur Angkatan ke-1 telah berjalan dengan lancar. Semoga tahun depan dapat berjumpa kembali dengan momen yang lebih baik lagi. Aamiin.

Berikut adalah informasi seputar Penerimaan Peserta Didik Baru MTs Al Ma’had An Nur tahun pelajar...

Tes seleksi dilakukan dengan dua mode yakni daring dan luring serta diselenggarakan dalam dua har...

Beberapa poin penting terkait Tes Seleksi Penerimaan Santri Baru (PSB) jenjang MTs, MWU d...